4/17/2022

MAKALAH KEHAMILAN NORMAL

 

MAKALAH

KEHAMILAN NORMAL

 

 

 


kehamilan normal
saliimnew.blogspot.com

 

 

Disusun Oleh :

 

AYU KURNIA NINGSIH

NIM. 052401S13009

 

 

 

 

 

 

AKADEMI KEBIDANAN PATRIOT BANGSA HUSADA

SEPUTIH JAYA LAMPUNG TENGAH

TAHUN 2016

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT,  yang  mana berkat rahmat serta hidayah_Nya saya dapat menyusun dan menyelesaikan makalah dengan judul “ KEHAMILAN NORMAL ” tepat pada waktunya.

Saya menyadari bahwa dalam  penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat saya harapkan guna perbaikan penyusunan di masa yang akan datang. Saya berharap semoga makalah  ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin.

 

 

 

 

 

 

                                                                        Seputih Jaya,   Januari 2015

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL...............................................................................................

KATA PENGANTAR............................................................................................

DAFTAR ISI............................................................................................................

BAB I   PENDAHULUAN

A.      LatarBelakang......................................................................................

B.       Tujuan...................................................................................................

1.      Tujuan Umum ................................................................................

2.      Tujuan Khusus................................................................................

 

BAB II   LANDASAN TEORI

A.    Definisi

B.     Diagnosa Kehamilan

C.     Gambaran Klinis

D.    Perubahan dan Adaptasi Selama Kehamilan

E.     Tujuan Asuhan Antenatal

F.      Kunjungan Ulang

G.    Kebutuhan ibu hamil

H.    Tanda-tanda Bahaya/ Komplikasi Selama Kehamilan

I.       Pemeriksaan Kebidanan

 

BAB III PENUTUP

a.    Kesimpulan...........................................................................................

b.    Saran.....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.       Latar Belakang

Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2000 telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) jangka panjang , sebagai upaya penurunan angka kematian ibu. Dalam Renstra ini difokuskan pada kegiatan yang dibangun atas dasar sistem kesehatan yang mantap untuk menjamin pelaksanaan intervensi dengan biaya yang efektif berdasarkan bukti ilmiah yang dikenal dengan sebutan Making Pregnancy Saver (MPS) melalui 3 pesan kunci yaitu setiap persalinan ditolong oleh tenaga terlatih, setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat dan setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.

Di bagian kebidanan selalu terjadi galak tawa yang silih berganti dengan ratak tangis yang memilukan karena kelahiran bayi yang didambakan atau kematian ibu dan bayi. Berdasarkan penelitian who diseluruh dunia, terdapat kematian ibu sebesar 500 jiwa pertahun dan kematian bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 jiwa per tahun. Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99 %(Manuaba,2010)

 

B.        Tujuan

1.   Tujuan Umum

     Mampu memberikan asuhan kebidanan yang sesuai dan tepat bagi ibu hamil.

 

2.   Tujuan Khusus

a.       Mampu menguraikan konsep dasar dan asuhan kebidanan pada ibu hamil.

b.      Mampu mengidentifikasi dan melakukan analisa data yang terkumpul pada ibu hamil

c.       Mampu menginterprestasikan data yang terkumpul, baik dalam bentuk diagnosa, masalah maupun kebutuhan pada ibu hamil.

d.      Mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi diagnosa masalah potensial pada ibu hamil.

e.       Mampu mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan intervensi dan kolaborasi segera pada ibu hamil.

f.       Mampu membuat rencana tindakan pada ibu hamil.

g.      Mampu mengimplementasikan rencana tindakan yang dibuat pada ibu hamil.

h.      Mampu mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan managemen yang telah dicapai pada ibu hamil.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

 

A.    Definisi

 

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. (Sarwono, 2010).

Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan terdiri dari :

-          Ovulasi

Ovulasi adalah proses pelepasan ovum dipengaruhi oleh sisitem hormonal yang kompleks.

-          Terjadi migrasi supermatozoa dan ovum

Pada  setiap hubungan seksusal dikeluarkan sekiar 3 cc sperma yang mengandung 40-60 juta spermatozoa setiap cc. spermatozoa yang masuk ke dalam alat genetalia wanita dapat hidup tiga hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.

-          Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot

Konsepsi adalah pertemuan inti ovom engan inti spermatozoa dan memventuk zigot.

-          Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus

-          Pembentukan plasenta

-          Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Manuaba, 2010)

 

B.     Diagnosa Kehamilan

 

            Hanya sedikit pengalaman hidup wanita yang menimbulkan rasa bahagia yang begitu nyata atau keputusasaan yang begitu besar selain kehamilan, oleh karena itu diagnosis yng benar merupakan hal yang benar merupakan hal yang sangat penting. Wanita itu sendiri sering mendiagnosis bahwa dirinya hamil, bahkan sebelum ia mengalami keterlambatan menstruasi karena merasakan adanya perbedaan dalam dirinya. (myles, 2009).

            Diagnosis pada trimester pertama dan ke dua didasarkan pada kombinasi tanda praduga dan tanda kemungkinan hamil. Kehamilan dengan sendirinya akan terlihat seiring kemajuan usia kehamilan, ketika tanda-tanda positif kehamilan dengan mudah diamati.( Varney, 2002)

      Lama kehamilan berlangsung mulai dari terjadinya konsepsi sampai persalinan aterm sekitar 280 hari sampai 300 hari, dengan perhitungan sebagai berikut :

-    Kehamilan sampai 28 minggu dengan berat janin 1000 gram bila berakhir disebut keguguran.

-    Kehamilan sampai 29 minggu sampai 36 minggu bila terjadi persalinan disebut prematuritas.

-    Kehamilan berumur 37 minggu sampai 42 minggu disebut aterm.

-    Kehamilan melebihi 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu atau post datism (serotinus).

Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan :

·            Triwulan I  dari konsepsi sampai 3 bulan (0-12 minggu)

·            Triwulan II dari bulan ke-4 sampai 6 bulan (13-28 minggu)

·            Triwulan III dari bulan ke-7 sampai 9 bulan (29-42 minggu)

(Manuaba, 2010)

 

 

C.    Gambaran Klinis

      Untuk dapat menegakkan kehamilan ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala kehamilan.

1.      Tanda dugaan kehamilan :

Berikut ini adalah tanda-tanda dugaan adanya kehamilan.

a.       Amenorea (tidak datang bulang).

b.      Morning sickness : nausea pada kehamilan bulan-bulan pertama disertai     emisis karena meningkatnya level HCG dan Estrogen dalam darah.

c.       Ngidam atau pica.

d.      Sinkope atau pingsan.

e.       Payudara tegang : Sejak 3-4 minggu kehamilan payudara tegang dan membesar karena estrogen dan progesteron merangsang duktus dan alveoli mamae.

f.       Sering miksi : Frekuensi BAK meningkat antara kehamilan 8-14 minggu karena meningkatnya volume darah, aliran darah keginjal dan filtrasi gomerolus dan meningkatnya produksi urine dan tekanan uterus membesar.

g.      Pigmentasi kulit : 

·         Sekitar pipi disebut cloasma gravidarum

·         Dinding perut : strie livid, linea alba semakin hitam, strie nigra.

·         Sekitar payudara : hyperpigmentasi areola mamae, putting susu makin menonjol, kelenjar montgomeri menonjol, pembuluh darah manifest sekitar payudara, darah manifest sekitar payudara.

h.      Epulis : hipertropi gusi yang dapat terjadi bila hamil.

i.        Varices/ penampakan pembuluh darah vena.

 

2.      Tanda Tanda Kemungkinan Kehamilan :

Tanda tidak pasti kehamilan dapat ditentukan oleh :

a.    Rahim membesar, sesuai dengan tuanya kehamilan.

b.   Pada pemeriksaan dalam dijumpai : Pada Organ Pelvik

1.      Tanda hegar : pada kehamilan 6-12 minggu, ishmus uteri mengadakan hipertropi dan melunak.

2.      Tanda chadwik : sejak kehamilan 8 minggu warna merah kebiru-biruan pada membran mukosa serviks, vagina dan vulva.

3.      Tanda goodell : melunaknya serviks seperti konsentrasi bibir

4.      Tanda piscasek : uterus membesar kesalah satu arah menonjol

5.      Tanda broxston hicks : bila uterus dirangsang mudah berkontraksi

c.    Teraba balotement Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif. Tetapi sebagian kemungkinan positif palsu.

 

3.      Tanda Pasti Kehamilan

      Tanda pasti kehamilan dapat ditentukan melalui :

a.          Gerakan janin dalam rahim : terlihat/ teraba gerakan janin, teraba bagian-bagian janin.

b.         Denyut jantung janin : didengar dengan stetoskop linec, kardiotokografi, dopler dan dapat dilihat dengan ultrasonografi.

c.          Pemeriksaan dengan alat canggih rontgent untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi dan fotoscopy (Manuaba,2010).

 

D.    Perubahan dan Adaptasi Selama Kehamilan

Perubahan pada system reproduksi, yaitu :

Perubahan fisiologi pada masa kehamilan

1.      Rahim / Uterus

      Bertambah besar dari yang beratnya 30 gr menjadi 1000 gr. Saat akhir kehamilan otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertropi jadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin. Dinding rahim menebal karena pengaruh hormon estrogen pada otot rahim.

      Sebagai gambaran dapat dikemukakan sebagai berikut :

·         Pada usia kehamilan 16 minggu, kavum uteri seluruhnya diisi dengan amnion. Tinggi rahim adalah setengah dari jarak simfisis dan pusat. Plasenta telah terbentuk seluruhnya.

·         Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus rahim terletak dua jari dibawah pusat sedangkan 24 minggu tepat di tepi atas pusat.

·         Pada usia kehamilan 28 minggu, tinggi fundus uteri sekitar 3 jari diatas pusat.

·         Pada usia kehamilan 32 minggu, tinggi fundus uteri adalah setengah jarak px dan pusat.

·         Pada usia kehamilan 36 minggu tinggi fundus uteri sekitar satu jari dibawah px, dan kepala bayi belum masuk ke pintu atas panggul.

·         Pada usia kehamilan 40 minggu fundus uteri turun setinggi tiga jari dibawah px, oleh karena saat ini kepala janin sudah masuk ke pintu atas panggul.

 

2.      Vagina (Liang Senggama)

Mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda Chadwick).

 

3.      Ovarium

Dalam kehamilan indung telur mengandung korpus luteum yang meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna sampai 16 minggu karena kemampuan vili karialis keluarkan hormon korionik gonodotropin.

 

4.      Payudara

      Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI  pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron dan somatomamotrofin.

 

5.      Volume Darah

      Semakin meningkat dimana jumlah serum lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi hemodilusi (pengenceran darah). Puncaknya terjadi pada kehamilan 32 minggu. Volume darah bertambah besar 25-30% dan sel darah bertambah + 20 cc.

 

6.      Sistem Respirasi

Frekuensi pernafasan hanya mengalami sedikit perubahan selama kehamilan, tetapi volume ventilasi per menit dan pengambilan oksigen per menit akan bertambah secara signifikan pada kehamilan lanjut.

 

7.      Sistem Pencernaan

Biasanya terjadi Konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ – organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar, ke arah atas dan lateral, wasir (hemoroid).

 

 

8.      Sistem Kardiovasculer

Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke 6-8 kehamilan dan mencapai puncaknya pada minggu ke 32-34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut.

 

9.      Sistem musculosletal

Selama trimester II mobilitas persendian akan berkurang terutama di daerah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada jaringan konektif/ jaringan yang berhubungan di sekitarnya. Lordosis yang progresi akan menjadi bentuk umum pada kehamilan. (Prawirohardjo, 2009).

 

E.     Tujuan Asuhan Antenatal

a.      Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

b.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, sosial ibu dan bayi.

c.       Mengenali secara dini adanya ketidak normalan yang mungkin terjadi selama kehamilan.

d.      Mempersiapkan secara dini adanya ketidak normalan yang mungkin terjadi selama kehamilan.

e.       Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat

f.       Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal (Sarwono,2010).

 

F.     Kunjungan Ulang

Kunjungan ulang antepartum adalah kunjungan yang  selanjutnya dilakukan wanita setelah ia melalui pemeriksaan antepartum pertamanya .(Varney, 2002)

Ø  antenatal sebaiknya dilakukan minimal 4 kali

a.       1 x pada triwulan pertama

b.      1 x pada triwulan kedua

c.       2 x pada triwulan ketiga

 

 

Ø  Informasi  yang diberikan ketika memberi asuhan kebidanan (

1.   Trimester I

a.    Menjalin hubungan saling percaya.

     Ini merupakan langkah paling awalnnamun akan menentukan kualitas asuhan di waktu-waktu berikutnya. Hubungan saling percaya antara bidan dan pasien mutlak harus dapat dipenuhi sehingga informasi dan penatalaksanaan yang diberikan oleh bidan dapat selalu sesuai dengan data yamg di sampaikan pasien secara jujur.

b.   Deteksi Masalah

     Pada tahap awal pemberian asuhan, bidan melakukan deteksi kemungkinan masalah atau komplikasi yang muncul dengan melakukan penapisan-penapisan.

c.    Mencegah masalah

     Pencegahan masalah anemia merupakan prioritas pertama yang harus dilakukan oleh bidan karena anemia merupakan penyebab utama pendarahan pospartum. Selain anemia, bidan juga harus melakukan pencegahan penyakit tetanus  neonatorum karena penyakit ini menjadi penyumbang terbesar penyebab kematian bayi.

d.   Persiapan persalinan dan komplikasi.

e.    Prilaku sehat ( gizi, latihan/senam, kebersihan dan istirahat)

 

2. Trimester II, Gejala Pre-eklamsi Ringan

      Setelah bidan menyimpulkan bahwa pasien sudah cukup paham dengan informasi yang harus diketahui pada TM I, maka pada TM II ini bidan memberikan informasi yang berkaitan dengan pre-eklamsi ringan.

      3. Trimester III

Ø Gameli (28-36) : pada usia ini informasi yang perlu disampaikan adalah hasil ppemeriksaan kesejahtraan janin dalam kandungan, salah satunya adlah janin tunggal atau ganda.

Ø Letak janin ( > 36 minggu) : gambaran persalinan yang akan dilalui merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan oleh ibu dan keluarga pada akhir kehamilan. Informasi mengenai kepastian letak dan posisi janin akan mengurangi kecemasan pasien.

 

Ø  Pelayanan / asuhan standar minimal 7 T :

1.      Timbang berat badan

2.      Ukur tekanan darah

3.      Ukur tinggi fundus uteri

4.      Beri TT lengkap

 

Antigen

 

 

Internal Minimum

 

Lama Perlindungan

 

Persentase Perlindungan

TT 1

ANC Kunjungan 1

0

0

TT 2

4 minggu setelah TT 1

3 Tahun*

80

TT 3

6 Bulan setelah TT   2

5 Tahun*

95

TT 4

1 tahun setelah TT 3

10 Tahun*

99

TT 5

1 Tahun setelah TT 4

25 Tahun

(seumur hidup)*

99

 

5.      Tablet zat besi minimal 90 tablet selama hamil

6.      Tes PMS

7.      Temu wicara persiapan rujukan

(Sulistyawati, 2009)

 

G.    Kebutuhan ibu hamil

1.   Diet Makanan

Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus dipenuhi. Kekuurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, IUGR, inersia uteri, perdarahan pasca partum, sepsis puerpuralis, dll.

a.       Protein, ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68%. Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya bahan pangan dengan nilai biologi yang tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya.

b.      Zat Besi, kebutuhan zat besi selama hamil meningkat sebesar 300% (1.040 mg selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat terpenuhi hanya dari asupan makanan ibu selama hamil melainkan ditunjang dengan suplemen zat besi. Pemberian suplemen zat besi diberikan sejak minggu ke 12.

c.       Asam Folat, asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang dibutuhkan meningkat dua kali lipat selama hamil. Jenis makanan yang mengandung asam folat adlah ragi, hati, brokoli, sayur berdaun hijau, dan kacang-kacangan. Sumber lain adalah ikan, daging, buah jeruk dan sayur.

d.      Kalsium, metabolism kalsium selama hamil mengalami perubahan yang sangat berarti. Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastic sebanyak 5%. Oleh karena iti, asupan yang optimal perlu dipertimbangkan. Sumber utama kalsium adalah susu dan hasil olahannya, udang, sarang burung, sarden dalam kaleng, dan beberapa makana nabati seperti sayuran warna hijau tua dan lain-lain.

e.       Obat – Obatan

Pemberian obat obatan saat hamil harus memperhatikan apakah obat tersebut berpengaruh atau tidak terhadap tumbuh kembang janin.. Perlu diperhatikan mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahayanya terhadap janin, oleh karena itu harus dipertimbangkan pemakaina obat-obatan tersebut.

f.       Pekerjaan

Pekerjaan rutin dapat dilakukan tetapi harus sesuai dengan kemampuan dan dengan semakin tua kehamilan pekerjaan semakin dibatasi dan dikurangi. Jangan terlalu lama dan melelahkan, Duduk lama atau statis vena (vena stagnasi) menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak

g.      Pakaian

1)    Pakian harus longgar, bersih, tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut

   dan terbuat dari katun sehingga mempunyai kemampuan menyerap terutama

   pakaian dalam.

2)    Pakailah bra yang menyokong payudara.

3)    Memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi

4)    Pakaian dalam yang selalu bersih.

h.      Hubungan suami istri

Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila

terdapat keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda

infeksi, pendarahan, mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 harimenjelang persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat

membahayakan. Bisa terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan persalinan bisa terangsang karena, sperma mengandung prostaglandin.

i.        Eliminasi

Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup

lancar, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu

minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal

mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar

mengalami obstipasi (sembelit). Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat (sayur dan buah-buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besar dan berdarah.

j.        Senam hamil

Kegunaan senam hamil adlah melancarkan sirkulasi darah, napsu makan bertambah, pencernaan menjadi baik, dan tidur lebih nyenyak ( sulistyawati, 2009)

 

H.    Tanda-tanda Bahaya/ Komplikasi Selama Kehamilan

1.      Pendarahan Pervagina

1.      Abortus

a.       Abortus imminens

Sering juga di sebut dengan keguguran membakat dan akan terjadi jika di temukaan pendarahan pada kehamilan muda, namun pada tes kehamilan masih menunjukkan hasil yang positif. Dalam kasus ini dapat dicegah dengan memberikan terapi hormonal dan antipasmodik serta istirahat.

b.      Abortus insipiens

Abortus ini terjadi apabila ditemukan adanya pendarahan pada kehamilan muda disertai dengan pembukaan ostium uteri dan terabanya selaput ketuban. Penangannya sama dengan abortus inkompletus.

c.        Abortus Habitualis

Pasien termasuk dalam abortus tipe ini jika telah mengalami keguguran berturut-turut selama lebih dari tiga kali.

d.      Abortus Inkompletus

Tanda pasien dalam abortus ini adalah jika terjadi pendarahan per vagina disertai pengeluaran janin tanpa pengeluaran desidua atau plasenta.

e.       Abortus Kompletus

Pada abortus jenis ini akan ditemukan pasien dengan perdarahan pervagina disertai dengan pengeluaran seluruh hasil konsepsi, sehingga rahim dalam keadaan kosong.

2.      Kehamilan Mola

Disebut juga dengan kehamilan anggur, yaitu adanya jonjot korion yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil mengandung banyak cairan sehingga menyerupai anggur atau mata ikan.

3.      Kehamilan Ektopik

Dinamakan kehamilan ektopik jika kehamilan dengan hasil konsepsi tidsk berada di dalam endometrium uterus. Keadaan ini akan menjadi kehamilan ektopik terganggu pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu. Sebagian besar KET terjadi pada kehamilan yang terletak di tuba.

2.      Hiperemisis Gravidarum

Adalah mual muntah berlebihan sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari bahkan membahayakan kehidupan.

3.      Sakit kepala hebat

Sakit kepala yang menunjukan masalah serius adalah sakit kepala hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat. Kadang-kadangg ibu mungkin merasa penglihatan menjadi kabur atau berbayang, sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklamsi.

4.      Penglihatan kabur

Karena pengaruh hormone,ketajaman penglihatan dapat berubah selama kehamilan. Masalah visual yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya pandangan yang kabur disertai sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan gejala dari preeklamsi.

5.      Bengkak diwajah dan jari-jari tangan

Hamper dari seluruh inbu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul disore hari dan bias any hilang setelah beristirahat dan meninggikan kaki. Bengkak bisa menunjukan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan anemia, gagal jantung atau pre-eklamsi.

6.      Keluar cairan per vagina

Harus dapat dibedakan antara urin dan air ketuban. Jika keluarnya
Gerakan janin tidak terasa, berbau amis, dan bewarna putih keruh, berarti yang keluar adalah air ketuban. Jika kehamilan belum cukup bulan, hati-hati adanya persalinan preterm dan komplikasi infeksi intrapartum.

7.      Nyeri perut hebat

Pada kehamilan lanjut, jika ibu merasa kan nyeri hebat, tidak berhenti setelah beristirahat, disertai dengan tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama memburuk, dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok, maka kita harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusio plasenta(Sulistyawati, 2009)

 

I.       Pemeriksaan Kebidanan

A.    Pengkajian ibu hamil

a.       Pengkajian kehamilan terdiri dari :    

1)   Anamnesa

Identitas ibu dan suami

2)   Keluhan utama

Apakah penderita datang untuk pemeriksaan kehamilan atau adakah pengaduan-pengaduan lain yang penting.

b.      Tentang haid

1)      Menarche

2)       Haid teratur tau tidak, siklus

3)       Lamanya haid

4)       Banyaknya darah

5)       Sifat darah : cair atau beku, warna dan baunya

6)       Haid nyeri atau tidak

7)       Haid yang terakhir

c.       Tentang perkawinan

1)         Kawin atau tidak kawin

2)         Berapa kali kawin

3)         Berapa lama kawin

d.      Persalinan, kehamilan dan nifas yang lalu

1)         Kehamilan :

Adakah gangguan seperi perdarahan, muntah yang sangat, toxemia gravidarum

2)         Persalinan :

Spontan atau buatan, aterm atau premature, perdarahan, penolong persalinan

3)         Nifas :

Adakah infeksi nifas, perdarahan, laktasi

4)         Anak :

Jenis kelamin, hidup atau tidak, jika anak meninggal pada usia berapa dan apa penyebabnya, berat badan waktu lahir

e.       Kehamilan saat ini

1)         Tanyakan kapan ibu mulai merasakan pergerakan anak

2)         Kalau kehamilan masih muda adakah mual muntah, sakit kepala, perdarahan.

3)         Kalau kehamilan sudah tua adakah oedem pada kaki dan wajah, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang dll.

f.       Anamnesa keluarga

Adakah penyakit keturunan dan penyakit menular dalam keluarga yang dapat mempengaruhi persalinan.

g.      Pola kebiasaan sehari-hari

Mulai dari makan, minum, eliminasi, istirahat, seksualitas dll.

h.      Pemeriksaan

·         Pemeriksaan umum

a)      Keadaan umum penderita

b)      Pemeriksaan tanda-tanda vital

c)      Pemeriksaan kebidanan di bagi menjadi 3 :

1.      Inspeksi (periksa pandang)

·         Description: 02Muka         :  adakah cloasma gravidarum, oedem

·         Mata          : simetris, konjungtiva pucat atau tidak, sclera ikterik atau tidak, reflek pupil dan fungsi penglihatan

·         Hidung      : simetris, apakah terdapat secret, polip, peradangan

·         Mulut        : kebersihanya, stomatitis, carries gigi, labioskisis

·         Telinga      : simetris, apakah ada serumen, peradangan fungsi pendengaran

·         Leher         : apakah ada pembesaran vena jugularis, dan kelenjar thyroid

·         Dada         : simetris, pada payudara : keadaan putting susu, kebersihan, adakah benjolan abnormal dan nyeri tekan, pengeluaran colostrums

·         Abdomen : adakah bekas luka operasi, pembesaran rahim sesuai atau tidak dengan usia kehamilan, strie gravidarum, pigmentasi linea alba dll.

·         Vuvla        :  kebersihanya, adakah varises, oedem, perineum terdapat luka parut, dan hemoroid pada anus.

·         Ekstremitas atas dan ekstremitas bawah : simetris, oedem,   varises, fungsi keduanya (Muslihatun, 2009)

2.      Palpasi

a.       Palpasi Abdomen

Menggunakan cara leopold dengan langkah sebagai berikut.

1)      Leopold I

Bertujuan untuk mengetahui Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan bagian janin yang ada difundus.

Cara pelaksanaannya adalah sabagai berikut :

a)      Pemeriksa menghadap pasien.

b)      Kedua tangan meraba bagian fundus dan mengukur berapa tinggi fundus uteri.

c)      Meraba bagian apa yang ada difundus. Jika teraba benda bulat, melenting, mudah digerakkan, maka itu adalah kepala. Namun jika teraba benda bulat, besar, lunak, tidak melenting, dan susah digerakkan maka itu adalah bokong janin.

2)      Leopold II

Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada disebelah kanan atau kiri ibu.

Cara pelaksanaan adalah sebagai berikut.

a)      Kedua tangan pemeriksa berada disebelah kanan dan kiri perut ibu.

b)      Ketika memeriksa sebelah kanan, maka tangan kanan menahan perut sebelah kiri ke arah kanan.

c)      perut sebelah kanan menggunakan tangan kiri, dan rasakan bagian apa yang ada di sebalah kanan (jika teraba benda yang rata, tidak teraba bagian kecil, teras ada tahanan, maka itu adalah punggung bayi, namun jika teraba bagian-bagian yang kecil dan menonjol, maka itu adalah bagian kecil janin).

3)      Leopold III

Bertujuan untukmengetahui bagian janin yang ada dibawah uterus.

Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut.

a)      Tangan kiri menahan fundud uteri.

b)      Tangan kanan meraba bagian yang ada dibagian bawah uterus. Jika teraba bagian yang bulat, melenting, keras, dan dapat digoyangkan, maka itu adalah kepala. Namun jika teraba yang bulat, besar, lunak, dan sulit diegrakkan, maka itu adalah bokong.

c)      Pada letak sungsang (melintang) dapat dirasakan ketika tangan kanan menggoyangkan bagian bawah, tangan kiri akan merasakan ballottement (pantulan dari kepala janin, terutama ini di temukan pada usia kehamilan 5-7 bulan).

d)     Tangan kanan meraba bagian bawah (jika teraba kepala, goyangkan, jika masih bisa digoyangkan, bearti kepala belum masuk panggul, namun jika tidak dapat digoyangkan, bearti kepala sudah masuk panggul), lalu lanjutkan pada pemeriksaan Leopold IV untuk mengetahui seberapa jauh kepala sudah masuk panggul.

4)   Leopold IV

Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada dibawah dan untuk mengetahui apakah kepala suah masuk panggul atau belum. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut.

a)         Pemeriksa menghadap kaki pasien.

b)         Kedua tangan meraba bagian janin yang ada dibawah.

c)         Jika teraba kepala, tempatkan kedua tangan di dua belah pihak yang berlawanan dibagian bawah.

d)        Jika kedua tangan konvergen (dapat saling bertemu) berarti kepala belum masuk panggul.

e)         Jika kedua tangan divergen (tidak saling bertemu) berarti kepala sudah masuk panggul (Sulistyawati, 2009)

 

B.           Diagnosa kehamilan

Lama kehamilan berlangsung sampai persalinan aterm sekitar 280 sampai 300 hari, dengan perhitungan sebagai berikut :

a.       Kehamilan sampai 28 minggu dengan berat janin 1000 gram bila berakhir disebut keguguran / abortus.

b.      Kehamilan 29 sampai 36 minggu bila terjadi persalinan disebut prematuritas.

c.       Kehamilan berumur 37 sampai 42 minggu disebut aterm.

d.      Kehamilan melebihi 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu atau post datism (serotinus) (Manuaba, 2010). 

 

C.          Perencanaan

Rencana asuhan umum yang menyeluruh dan harus diberikan pada ibu hamil, antara lain sebagai berikut :

a.          Jelaskan kondisi kehamilan dan rencana asuhan yang akan dilaksanakan.

b.         Diskusikan jadwal pemeriksaan dan hasil yang diharapkan

c.          Jelaskan pada ibu, bila diperlukan pemeriksaan khusus/konsultasi ke disiplin ilmu lain, bila perlu, ibu dapat dirujuk ke tenaga ahli/fasilitas kesehatan yang lebih lengkap

d.         Beritahukan beberapa hal/gejala klinis penting dalam kehamilan yang menyebabkan ibu harus kunjungan ulang

e.          Beritahukan ibu tentang fasilitas kesehatan dan system yang ada untuk melakukan rujukan

f.          Pastikan ibu mengerti informasi dan hasil pemeriksaan/diagnose serta penatalaksanaannya.

g.         Berikan kartu ibu, antarkan ibu keluar dan ucapkan salam.

Rencana asuhan menyeluruh bagi ibu hamil yang didiagnosis normal, antara lain : pemberian konseling : gizi, latihan fisik, perubahan fisiologis, kebersihan diri, kunjungan ulang berikutnya, pertolongan bila terjadi tanda-tanda bahaya, rencana dan persiapan kelahiran, pengambilan keputusan bila terjadi komplikasi. Ibu hamil normal juga harus mendapatkan tablet zat besi serta imunisasi TT sesuai jadwal.

Rencana asuhan menyeluruh bagi ibu hamil yang didiagnosis hamil    dengan penyakit/ komplikasi, adalah :

1)      Rujuk ke dokter untuk konsultasi

2)      Lanjutkan pemantauan ibu dan janin selama kehamilan

3)      Berikan asuhan antenatal

4)      Rencana dini jika ibu tidak aman melahirkan di rumah

Rencana asuhan menyeluruh bagi ibu hamil yang di diagnosis hamil dengan keadaan darurat, adalah :

a)      Rujuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat yang tersedia pelayanan kegawatdaruratan obstetri

b)      Sambil menunggu transportasi, berikan pertolongan awal, bila perlu berikan pengobatan

c)      Temani ibu dan anggota keluarga

d)     Bawa obat dan kebutuhan lain

e)      Bawa catatan medik, kartu ibu dan surat rujukan (Muslihatun, 2009).

 

D.    Pelaksanaan

Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan dilakukan secara efisien dan aman. Realisasi dari perencanaan dapat dilakukan oleh bidan, pasien, atau anggota keluarga yang lain. Jika bidan tidak melakukannya sendiri ia tetap memikul tanggung jawab atas terlaksananya seluruh perencanaan. dalam situasi dimana ia harus berkolaborasi dengan dokter, misalnya karena pasien mengalami komplikasi, bidan masih tetap bertanggung jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama tersebut. Manajemen yang efisien akan menyingkat waktu,biaya dan meningkatkan mutu asuhan.Berikut ini adalah beberapa contoh  pelaksanaan dari perencanaan asuhan berdasarkan peran bidan dalam tindakan mandiri, kolaborasi, dan tindakan pengawasan yaitu tindakan mandiri, kolaborasi, merujuk.

 

E.     Evaluasi

Langkah untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan asuhan kebidanan sesuai dengan diagnosa yang telah diidentifikasi. Apabila dalam pelaksanaannya belum efektif, maka akan berpengaruh pula terhadap kegiatan evaluasinya sehingga perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang akan diberikan (Muslihatun Wafi Nur.2009.).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

A. Kesimpulan

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana terjadi pembuahan ovum oleh spermatozoa yang kemudian mengalami nidasi pada uterus dan berkembang sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Kualitas anak sebenarnya paling efektif dibentuk sejak dari masa kehamilan, oleh karena itu pada masa hamil itulah sesunggunya saat-saat dimana ibu perlu diberi/disuplai dengan makanan-makanan yang bergizi terutama pada TM I dan II, karena pada saat itu terjadi proses pembentukan neuron-neuron pada otak bayi.

 

B. Saran

Setelah terselesaikanya makalah kehamilan ini maka saya hanya dapat menyarankan bagi seluruh para pembaca agar bersedia mempelajari makalah ini. Semoga dengan demikian para pembaca bisa mendapatkan ilmu serta pengalaman lebih, sehingga ketika para pembaca menyusun makalah yang sama bisa lebih baik dari makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Sulistyawati, Ari.2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

 

Varney Helen.2002.Buku Ajar Asuhan Kebidnan Vol 1 Edisi 2. Jakarta:Kedokteran ECG.

 

Muslihatun Wafi Nur.2009.Dokumentasi Kebidanan. Yogyakarta:Fitramaya.

 

Manuaba, I.B.G.2010.Ilmu Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta:Buku Kedokteran EGC

 

Myles.2009.Buku Ajar Bidan edisi 14.jakarta:EGC

 

Syaifuddin, Abdul Bari.2010. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta:YBPSP


No comments:

Post a Comment