3/29/2022

Penerapan Metode simple additive weighting (SAW) dalam menetukan mahasiswa berprestasi

 Penerapan Metode simple additive weighting (SAW) dalammenetukan mahasiswa berprestasi 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi telah berkembang sejauh ini, dan siapapun yang mengikuti  perkembangan  dunia informasi  merasa  bahwa perkembangan ini terlalu cepat untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan organisasi dan instansi pemerintah. Dengan berkembangnya teknologi sistem informasi, banyak hal yang mempermudah pekerjaan. Teknologi dirancang untuk memberikan kemudahan bagi manusia. Contoh teknologi adalah komputer. Komputer memiliki  sistem yang dapat membantu orang memecahkan masalah. Dan salah satu sistem tersebut adalah sistem pendukung keputusan. Fuzzy Multiple Atrtribute Decision Making (FMADM) merupakan salah satu metode dalam mengambil keputusan untuk mencari alternatif yang optimal dari kriteriakriteria yang berhubungan dengan sistem. Salah satu metode dari FMADM adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Dengan alur algoritma yang sederhana tetapi dapat menjadi bahan solusi terhadap permasalahan dalam menentukan tingkatan prestasi dari para maha siswa. 

Metode Simple Additive Weighting (SAW) merupakan salah satu algoritma dalam sistem pendukung keputusan. Algoritma SAW sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Disebut dengan istilah tersebut, dikarenakan pada dasarnya Metode Simple Additive Weighting (SAW) akan melakukan penjumlahan terbobot untuk semua attribut pada setiap alternatif. Tujuan akhirnya, supaya Metode Simple Additive Weighting (SAW) bisa membandingkan alternatif secara lebih seimbang dan menghasilkan perhitungan yang lebih baik.

Dan di dalam makalah saya kalini akan mengacu pada pembahasan pencarian nilai dan bobot prestasi maha siswa jurusan hukum di universitas muhamadiyah kotabumi dengam menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW)

Prestasi sendiri memiliki makna hasil dari suatu kegiatan yang memiliki makna, kegiatan yang dilakukan dapat beruapa usaha, upaya, menciptakan baik dilakukan sendiri-sendiri maupun dilakukan secara berkelompok. Berdasarkan asal katanya presatsi berasal dari bahasa belanda yakni prestatie, yang berbarti hasil dari apa yang diupayakan.  Berdsaran pejnelasan diatas prestasi tidak mungkin didapatkan oleh seseorang yang tidak melakukan usaha. Anda harus melakukan upaya dalam bentuk upaya yang serius. Hasil atau prestasi yang dicapai sebanding dengan usaha yang dilakukan. Sehingga prestasi adalah bukti otentik dan representatif terhadap apa yang telah diupayakan, Dan untuk menetukan mahasiswa yang berprestasi pada prodi  Hukum di Universitas Muhammadiyah Kotabumi dengan ini saya menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan harapkan mendapatkan hasil dan  informasi yang jelas serta akurat.

Dalam hal ini maka penulis tertarik untuk mengambil makalah dengan judul "Penerapan Metode simple additive weighting (SAW) dalam menetukan mahasiswa berprestasi pada prodi (program studi) Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi" yang akan membantu dan memudahkan pekerjaan petugas baik staf tata usaha atau pun dosen, yang lebih akurat dan proses yang lebih cepat.

 

No comments:

Post a Comment